Search

Home / Khas / Olahraga

Belajarlah Sepak Bola Hingga dari Tim Tango

Editor   |    26 Mei 2023    |   17:11:00 WITA

Belajarlah Sepak Bola Hingga dari Tim Tango
Pemain Argentina Lionel Messi (tengah) mengangkat replika trofi Piala Dunia di samping rekan satu timnya saat upacara penghargaan untuk pemain pemenang Piala Dunia, setelah pertandingan sepak bola persahabatan antara Argentina dan Curacao di Stadion Madre de Ciudades, Santiago del Estero, Argentina, Selasa (28/3/2023). (Juan Mabromata/AFP)

INDONESIA akhirnya mengumumkan rencana uji tanding resmi FIFA bersama Argentina, tim juara Piala Dunia 2022. Timnas Indonesia diharapkan belajar banyak dari Tim Tango yang sudah tiga kali meraih juara dunia sepak bola.

Pengumuman Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir, pada Rabu (24/5/2023) kepada awak media, mengenai kepastian tim nasional Argentina siap meladeni Indonesia pada laga FIFA Match Day pada 19 Juni 2023 seolah menyudahi semua rumor.

Sebelumnya, sejak 10 Mei 2023, presenter sepak bola terkenal Argentina, Gaston Edul, lewat akunnya di media sosial Twitter dan TikTok mengumumkan rencana timnas dari Negara Tango untuk merumput melawan timnas Garuda di Jakarta, 19 Juni 2023.

Sahabat dari superstar sepak bola Argentina, Lionel Messi, seolah mengamini pemberitaan yang dilansir New York Times pada 3 Mei 2023 bahwa juara Piala Dunia 2022 tersebut akan melakukan perjalanan jauh menuju Tiongkok dan Indonesia.

Pihak Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) di website mereka pada 22 Mei 2023 melansir kepastian laga 15 Juni 2023 menghadapi Australia di Beijing, Tiongkok, dan 19 Juni 2023 melawan Indonesia di Jakarta.

Kejutan AFA untuk menghadirkan skuad asuhan Lionel Scaloni tentu menjadi kesempatan bersejarah bagi sepak bola nasional. Inilah pertama kalinya sejak PSSI dibentuk 19 April 1930, mereka mampu menghadirkan timnas juara dunia dan peringkat pertama di Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) yang valuasi skuadnya menurut Reuters mencapai 645,2 juta euro (Rp10,3 triliun).

Erick sendiri enggan mengungkap biaya untuk mendatangkan skuad Tango meski New York Times sudah menyebut angka USD5 juta (Rp75 miliar) sebagai tarif yang dipasang Argentina untuk sekali tampil.

"Ini menjadi sejarah karena baru pertama kalinya Indonesia beruji coba dengan peringkat pertama sepak bola dunia. Jadi bukan semata soal berapa biaya mendatangkan. Tapi ini karena kepercayaan Argentina yang juga ingin membangun sepak bola Indonesia yang punya banyak penggemar," ujar Erick.

Ketum PSSI yang terpilih pada Kongres Luar Biasa di Jakarta, 16 Februari 2023 itu turut berterima kasih kepada Javier Zanneti, mantan kapten dan bintang klub Serie A Italia, Inter Milan, yang ikut membantu kedatangan anak-anak asuh Scaloni ke Jakarta. Seperti diketahui, Erick pernah menjadi pemilik dari tim asal Kota Milan yang berjuluk Nerazzurri atau “Si Hitam Biru”. 

Sejauh ini, La Albieceleste, julukan bagi Argentina, menjadi negara berperingkat paling tinggi yang pernah beruji tanding melawan Indonesia. Sebelumnya timnas Indonesia pada 2011 pernah menjalani uji coba melawan peringkat 16 dunia FIFA, Uruguay dan juara dunia 1930 dan 1950.

Kemudian ada Belanda (6 FIFA) yang merumput di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 2013. Setelahnya berturut-turut ada Kamerun (42) di 2015, Curacao (88) September 2022, dan Burundi (145) pada 25 Maret 2023.

Usai menghadapi Messi dan kawan-kawan, skuad asuhan Shin Tae-yong juga sudah ditunggu Palestina, tim peringkat 94 FIFA.

Bukan Pertama

Messi yang berjuluk La Pulga atau “Si Kutu” karena ukuran tubuhnya yang lebih mungil dari pesepak bola lainnya, bukanlah superstar sepak bola pertama yang merumput di Senayan.

Karena Indonesia sudah pernah kedatangan sejumlah legenda lapangan hijau berkelas dunia. Sebut saja legenda Belanda, Johan Cruyff, Ronald Koeman, dan Ruud Gullit, serta mantan gelandang timnas Inggris, David Beckham hingga Cristiano Ronaldo.

Mahabintang Argentina, Diego Armando Maradona juga pernah ke Indonesia pada 2013. Jauh sebelumnya ada Pele yang pernah merasakan histeria penonton Indonesia pada 21 Juni 1972.

Hanya saja, mereka kala itu datang bersama klub dan tidak untuk membela timnasnya. Cruyff merumput di Senayan ketika membela Washington Diplomats, 24 November 1980. Koeman dan Gullit kala berseragam PSV Eindhoven, berduel melawan Persib di Bandung, 11 Juni 1987.

Bahkan Pele datang bersama klub Santos FC setelah dua tahun sebelumnya sukses membawa Brasil untuk ketiga kali merebut juara Piala Dunia 1970. Maradona pun ke Jakarta untuk memberi pelatihan sepak bola bagi anak-anak Indonesia.

Kehadiran Argentina sebagai juara dunia tiga kali di Senayan, 19 Juni 2023 bukan saja menjadi kado spesial bagi timnas dan pendukung sepak bola di Tanah Air. "Apalagi pendukung Argentina dan Messi banyak di Indonesia. Jadi saya yakin, penonton akan banyak hadir di stadion, tak hanya untuk melihat para bintang Argentina, mereka tentu juga rindu menonton timnas main di kandang," kata Erick.

Lebih dari itu, kehadiran Messi dan kawan-kawan merupakan kesempatan emas untuk skuad Garuda mempelajari permainan teknik tinggi yang bakal diperagakan langsung oleh anak-anak asuh Scaloni, sesuatu yang teramat mahal untuk dilewatkan. Karena itu, Erick berharap, semua pemain, termasuk pelatih harus memanfaatkan momen langka ini untuk meningkatkan kemampuan, mental, dan strategi bertanding melawan tim dengan nama besar.

Kilas Balik

Indonesia pernah dua kali berjumpa Argentina kendati dalam laga kelompok umur. Penggemar sepak bola di tanah air tentu belum lupa dengan pelajaran serupa yang pernah diberikan Maradona bersama skuad Tango ketika menghadapi Indonesia saat Kejuaraan Dunia Pemuda (FIFA World Youth) 1979 di Saitama, Jepang. Pada kejuaraan yang menjadi cikal bakal Piala Dunia U-20 itu, Indonesia berada satu grup dengan tim muda Tango yang ikut memboyong Maradona.

Selain Argentina, di Grup B itu ikut bercokol Polandia dan Yugoslavia. Saat itu, di fase grup skuad Garuda Muda tak berkutik ditekuk 0-5 oleh Maradona dkk. Maradona pernah mengunggah ulang tiga foto dan cerita kenangannya itu pada akunnya di Instagram, 27 Agustus 2020. Ia menyebut, timnya dapat menjebol jala Indonesia sebanyak lima gol dalam 15 menit, dua di antaranya dihasilkan olehnya.

Pada akhirnya Argentina keluar sebagai juara dan Maradona menjadi pemain terbaik pada debutnya di tingkat dunia. Gelar juara dunia di Jepang sekaligus menjadi obat bagi Maradona setelah setahun sebelumnya bintang Argentinos Juniors ini tak terpilih masuk ke dalam skuad timnas senior negaranya saat Piala Dunia 1978 digelar di Argentina. Tuan rumah saat itu sukses memboyong trofi Jules Rimet untuk pertama kalinya.

Pertemuan berikutnya terjadi pada Oktober 2007 saat timnas U-23 yang diasuh Ivan Kolev bertandang ke Stadion Jose Luis Meisner, Quilmes untuk menjajal timnas Argentina U-20. Saat itu, anak-anak asuh Kolev mampu menahan imbang tuan rumah dengan skor 1-1. Sayangnya, timnas U-23 yang disiapkan untuk SEA Games 2007 belum mampu membawa sekeping medali karena lebih dulu tersingkir di fase grup.

Kini, SUGBK siap menyambut kedatangan Messi dkk untuk berduel melawan timnas Garuda. Rumput hijau zeon zoysia pun sudah selesai menjalani proses pitch stitching atau penjahitan  lapangan memakai mesin khusus jahit rumput yang didatangkan dari Inggris. Tak hanya penggemar sepak bola saja yang bersiap menunggu laga bersejarah nanti.

Aneka rasa pun telah menjalari segenap raga para pemain timnas. "Aku ingin sekali tampil membela Garuda melawan juara dunia 2022. Ini akan menjadi pertandingan luar biasa dan kami siap menunggu Argentina," kata Sandy Walsh seperti dikutip dari akun miliknya di Instagram. Selamat merumput di Senayan, La Albieceleste! (riki/sut)


Baca juga: