Search

Home / Khas / Ekonomi

Ajik Krisna Menginspirasi di Masa Sulit

Editor   |    18 Maret 2024    |   17:38:00 WITA

Ajik Krisna Menginspirasi di Masa Sulit
Ajik Krisna dan Pj Gubernur Mahendra Jaya serta sejumlah pejabat saat acara Grand Launching Buku Ajik Krisna "Pandemi Membawa Berkah" di Nusa Dua, Badung pada Minggu (17/3/2024). (foto/adhy)

MAMPU bangkit dari masa sulit pandemi Covid-19 dan menginspirasi sebagai pengusaha Bali, bahkan berbuat banyak hal untuk kemajuan pariwisata Bali dengan turut membantu mengatasi persoalan sosial dihadapi masyarakat khususnya kemiskinan, membuat I Gusti Ngurah Anom  alias Ajik Krisna sebagai tokoh yang patut diteladani.

Demikian disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur Bali SM Mahendra Jaya dalam sambutannya pada acara Grand Launching Buku Ajik Krisna "Pandemi Membawa Berkah" di Nusa Dua, Badung pada Minggu (17/3/2024).

"Saya salut dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Bapak Gusti Ngurah Anom atau yang lebih familiar Ajik Krisna yang telah berbuat banyak hal untuk kemajuan pariwisata Bali dan membantu dalam mengatasi persoalan sosial yang ada di masyarakat khususnya kemiskinan,” ujarnya.

“Ajik Krisna juga memiliki jiwa sosial yang luar biasa, semangat ngrombo-nya sangat luar biasa. Tidak banyak orang seperti Ajik Krisna, dari apa yang Ajik Krisna lakukan, berharap akan ada Ajik-Ajik Krisna yang lain," imbuhnya.

Mahendra Jaya yang pada acara itu didampingi sang istri, Ida Mahendra Jaya mengatakan, jika Ajik Krisna juga telah menginspirasi banyak orang untuk tidak cepat menyerah ketika dihadapkan masalah terutama saat terjadinya pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, pada saat pandemi Covid-19 perekonomian Provinsi Bali mengalami kontraksi yang dalam pada tahun 2020 sebesar -9,33% (yoy), untuk tahun 2021 sebesar -2,46% (yoy). Secara nasional untuk provinsi kontraksinya terdalam, apalagi Kabupaten Badung yang sangat mengandalkan sektor pariwisata mengalami kontraksi sangat dalam pada tahun 2020 sebesar -16,52% (yoy), untuk tahun 2021 sebesar -6,74% (yoy).

"Astungkara, pada tahun 2023 perekonomian Bali sudah bangkit. Bahkan pertumbuhan ekonomi Bali pada tahun 2023 sudah lebih baik dibandingkan tahun 2019 (sebelum pandemi Covid-19), sebesar 5,71% (yoy). Sementara pada tahun 2019 sebelum pandemi sebesar 5,60% (yoy), padahal jika dilihat dari jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Bali, baik wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara, angkanya dikisaran 85% dari tahun 2019”.

“Pada tahun 2023 jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali lebih dari 5,3 Juta orang, sedangkan tahun 2019 lebih dari 6,2 Juta orang. Sementara untuk wisatawan nusantara yang datang ke Bali pada tahun 2023 lebih dari 9,8 Juta orang, sedangkan tahun 2019 lebih dari 10,8 Juta orang," ungkapnya.

Dikatakan Mahendra Jaya, hal ini dimungkinkan karena wisatawan datang ke Bali pada tahun 2023 lebih banyak menghabiskan uangnya dibandingkan pada tahun 2019. Dan bangkitnya sektor ekonomi lainnya di luar pariwisata (pertanian/perkebunan, dan kelatuan/ perikanan, serta sektor keuangan).

"Pada saat pandemi Covid-19, saya mengikuti di Youtube Ajik Krisna, bagaimana perjuangan Ajik Krisna membantu karyawannya untuk bisa bertahan di tengah kondisi usaha Ajik Krisna juga mengalami keterpurukan. Saya melihat di Youtube, Ajik Krisna berjuang dengan berkreasi menciptakan berbagai produk baru untuk dapat bertahan, dan astungkara cepat sekali bangkit kembali,” ucapnya.

“Dan saya mendengar bidang usaha Ajik Krisna bertambah banyak. Saya juga melihat bagaimana Ajik Krisna sangat perhatian dengan saudara-saudara kita yang kekurangan (miskin dan difabel)," tambahnya.

Sebagaimana diketahui, lanjut Mahendra Jaya, Ajik Krisna merupakan pemilik dan pengelola Krisna Pusat Oleh-Oleh Khas Bali, bahkan mungkin pusat oleh-oleh terbesar yang ada di Indonesia.

"Saya mendengar, Krisna Oleh-Oleh menampung hasil produk unggulan UMKM. Artinya Ajik Krisna sangat memahami UMKM sebagai penggerak ekonomi. Sebagai Penjabat Gubernur Bali, saya harus belajar banyak kepada Ajik Krisna untuk dapat lebih menumbuhkan dan mengembangkan UMKM yang ada di Bali,” akunya.

“Dan tentu masih banyak lagi yang telah dengan tulus dilakukan Ajik Krisna untuk membangun perekonomian Bali dan membantu mengatasi persoalan sosial yang ada di masyarakat. Terima kasih Ajik Krisna. Saya berharap Ajik Krisna tetap menjadi pribadi yang sekarang, semoga usaha Ajik Krisna semakin berkembang, maju, dan bermanfaat bagi banyak orang," tutupnya. (adhy/sut)

 


Baca juga: Primadona Buah Naga dari Bali Utara