Search

Home / Muda / Tren

Raditya Dika Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Uang

Nyoman Sukadana   |    14 Agustus 2025    |   22:41:00 WITA

Raditya Dika Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Uang
Ilustrasi mahasiswa bijak mengelola uang dengan mencatat pengeluaran, menabung di celengan, serta menahan diri dari belanja impulsif demi masa depan finansial yang lebih sehat. (podiumnews)

YOGYAKARTA, PODIUMNEWS.com - Komika sekaligus penulis buku Raditya Dika mengajak mahasiswa untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan di tengah maraknya fenomena Fear of Missing Out (FOMO). Pesan itu ia sampaikan dalam acara talkshow bertajuk “Menghindari Budaya FOMO dalam Keuangan dengan Pendekatan YOLO yang Sehat dan Terencana” yang digelar Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada, Rabu (13/8/2025).

Di hadapan ratusan mahasiswa, Raditya Dika menekankan bahwa generasi muda harus berani mengubah pola pikir. “Banyak orang terjebak di pola pikir self-serving bias. Kalau kita selalu merasa salahnya ada di luar diri kita, kita tidak akan pernah bisa berkembang. Padahal kalau jujur pada diri sendiri, kita bisa berpikir, pemasukan saya segini, berarti berapa yang harus disisihkan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memahami opportunity cost, yaitu setiap pilihan yang diambil selalu berarti melepaskan pilihan lain. Radit mencontohkan, uang Rp50 ribu yang dipakai membeli sesuatu yang tidak dibutuhkan sebenarnya bisa ditabung untuk masa depan. “Kalau ingin beli barang, sering saya bawa tidur dulu. Ketika bangun, biasanya keinginan itu hilang dan akhirnya tidak jadi beli,” ucapnya yang disambut tawa audiens.

Tips lainnya adalah membedakan kebutuhan dengan keinginan. Menurut Radit, kebutuhan adalah sesuatu yang harus dipenuhi agar hidup tidak terganggu, sementara keinginan lebih banyak didorong rasa ingin memiliki. Ia juga menekankan pentingnya mencatat pengeluaran harian. “Setiap tanggal 28, istri saya kirim laporan pengeluaran. Jadi kita tahu posisi keuangan dan bisa membuat rencana, termasuk untuk pensiun,” katanya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menyiapkan dana darurat dan memiliki asuransi kesehatan sebelum mulai berinvestasi. Ia juga mendorong mahasiswa untuk berinvestasi pada keterampilan. “Investasi di skill itu penting. Misalnya ikut pelatihan, belajar komunikasi, atau keterampilan yang relevan dengan pekerjaan,” tambahnya.

Kepala Departemen Komunikasi AAJI, Karin Zulkarnaen, menyampaikan harapan agar melalui kegiatan ini mahasiswa semakin paham cara mengelola keuangan sehari-hari. “Kami ingin mahasiswa bisa menyiapkan tabungan, investasi, dan asuransi sejak dini. Tidak hanya ikut-ikutan belanja karena tren, tapi benar-benar tahu membedakan kebutuhan dan keinginan,” ujarnya.

Acara talkshow ini menjadi bagian dari program literasi keuangan yang rutin digelar AAJI, dengan tujuan membekali generasi muda agar lebih siap menghadapi tantangan finansial di masa depan.

(riki/sukadana)

Baca juga :
  • 10 Pasang Finalis Duta Endek Denpasar Unjuk Bakat
  • Tips Jitu Lolos Magang, HRD Beberkan Strategi
  • Anak Muda ASEAN Menyatukan Aksi Lewat Pakaian Bekas